alkohol di skincare

Alkohol Pada Skincare, Aman atau Tidak?

Hai guys~

Aku balik lagi dengan postingan blog yang baru. Kali ini lebih berfaedah loh!! Belakangan ini aku lagi bosen ngeliat tulisan ku kok ya review semua sih? Aku bosen dan aku mau blog aku ada sesuatu yang menyegarkan. Sesuatu yang baru dan bermanfaat. Tapi di postingan ini aku tidak akan sotoy, karena ini menyangkut masalah bahan dalam skincare dan aku bukan pakarnya. Aku mau bahas ALKOHOL DI DALAM SKINCARE, AMAN KAH?

Jadi, belum sampai membahas HALAL ATAU TIDAK HALAL. Karena researchnya bakal berbeda nih, sekarang mau bahas AMAN ATAU TIDAK AMAN dulu ya. Satu-satu, doakan aku sempat mengerjakan yang bagian lain. Oke, jadi sejak aku peka sama merawat wajah dan tau masalah kulitku sendiri aku mulai memperhatikan bahan-bahan yang ada di skincare. Sampai sekarang pun sebenarnya enggak diperhatiin sejeli itu, tapi sekarang aku lebih peduli sama apa yang aku pakai.

Aku pemilik kulit kering. Iya, ditengah negara tropis yang harusnya kulitnya pada berminyak aku cenderung kering. Sebenarnya Normal to Dry, tapi lebih sering kulit aku kering. Cari produk perawatan wajah lokal yang rich dan bisa menambah kadar air dikulit kering aku agak susah. Rembes aja gitu, enggak ada rasa lembap yang berarti. Sebenarnya rasional, karena di Indonesia kebanyakan orang kulitnya berminyak, jadi pasti produsen ikut kebutuhan pasar.

Jadilah dibuat pelembap yang aman untuk kulit berminyak, yang tidak terlalu rich. Mau tidak mau, demi kebutuhan kulit mau tidak mau aku beli produk brand luar. Biasanya yang cocok di aku produk perawatan dari Asia Timur. Gara-gara itulah karena aku takut ada bahan-bahan yang non-halal, jadi aku lebih peka liat komposisi.

Salah satu komposisi yang aku hindari adalah ALCOHOL. Tapi jangan langsung blaming alkohol jahat lho! Pasalnya turunan kimia alkohol ini BUANYAK dan enggak semuanya berbahaya. Perlu diperjelas dulu ya, di sini maksud aku bahaya adalah memberikan efek pada kulit berupa inflamasi, alergi, gatal, kering, dan lain sebagainya.

Emang kenapa sih aku menghindari komposisi ini? karena alkohol bikin tambah kering kulit kering. Ini menurut ke sotoy-an aku ya. Apa judge aku soal alkohol ini benar? Yuk kita korek di bawah ini

Alkohol dalam skincare fungsinya apa?

Dikutip dari data yang diunggah oleh Manuka Biotic, fungsi alkohol dalam produk perawatan wajah itu dirangkum menjadi lima, yaitu

  • Solvent atau pelarut

Kebanyakan produk perawatan kulit biasanya memilih menggunakan alkohol sebagai pelarut untuk semua komposisinya. Kalau diibaratkan, ada banyak lidi, untuk bisa jadi sapu kamu harus ikat pake tali. Nah si alkohol fungsinya itu kayak tali, menggabungkan semua komposisi untuk menjadi krim atau liquid.

  • Absorption atau bahan peresap

Alkohol di sini membantu kulit untuk memudahkan beberapa komposisi untuk meresap, maka dari itu beberapa produk pelembap sering menggunakan ini untuk membantu penetrasi komposisi masuk dan menyerap ke dalam kulit.

  • Cepat menyerap/kering

Menurut data ini si alkohol juga membantu produk supaya cepat menyerap ke dalam kulit. Karena kita tau pasti rasa lengkat dan basah di kulit terlalu lama itu enggak nyaman kan? Mungkin karena ini beberapa produk menggunakan alkohol sebagai salah satu bahannya.

  • Pengawet

Alkohol sebenarnya bisa bekerja untuk membunuh bakteri, makanya banyak produk untuk jerawat yang pakai alkohol gunanya untuk ini. Selain itu, alkohol juga busa membantu menyerap minyak dari kulit.

  • Aroma fiksatif

Fiksatif adalah sebuha zat yang digunakan untuk mengurangi tingkat penguapan. Jadi maksudnya, alkohol disini sebagai pengikat aroma agar aroma atau fragrances yang ditambahkan dalam sebuah produk lebih stabil.

  • Astringent

Banyak banget toner atau pembersih yang menggunakan alkohol untuk mengecilkan pori

Itulah keenam fungsi alkohol yang tercampur dalam kandungan produk perawatan wajah yang biasa kita pakai. Beberapa produk pembersih bahkan mengklaim kalau produk mereka bisa membersihkan kotoran padahal mengandung alkohol.

Aku langsung cross check sama mahasiswa S2 Kimia Murni Universitas Indonesia, Meka Saima Perdani, yang aku tanyakan adalah ‘Apakah tepat jika kita mengatakan kalau alkohol itu sebagai pembersih?’

Jawabannya: TIDAK. ALKOHOL BUKAN PEMBERSIH.

Akan kurang tepat jika kita bilang, alkohol adalah pembersih. Mengapa? Masih dari Meka, Alkohol ini bersifat polar sedangkan kotoran di wajah kita itu fatty acid (asam lemak) yang sifatnya nonpolar. Kedua hal ini berbeda dan bersebrangan sehingga mereka enggak bisa menyatu. Hal ini diperkuat sama hukum hydrophobic hydrophoilic yang menyatakan

Sifat nonpolar hanya bisa terangkat dengan nonpolar, sedangkan polar dengan polar

Eh tapi di sini maksudnya bukannya enggak bisa loh! Tapi tidak efektif dan kurang tepat. Ibarat kata nih, kalian mau bersihin mascara atau lip cream yang matte banget, beberapa cleanser enggak akan bisa ngangkat/ngebersihin, mau digosok-gosok sampe bulu mata rontok juga kurang bersih gitu. Nah ini disebabkan, sifat mereka bersebrangan.

Ibarat kata hubungan ya beb, kalau udah enggak cocok, yaudah lah kenapa sih kamu harus memaksakan kehendak? Yang sakit kan kamu sendiri. HAHAHAHAH

Lalu, Apa alkohol itu aman digunakan pada wajah?

Mari kita bahas dari berbagai macam sumber, masih menurut Meka, alkohol itu ada yang aman da nada yang tidak aman. Alkohol yang masuk dalam kategori aman (non toxic non corrosion) adalah yang berat molekulnya rendah (molecular weight molecules). Semakin kecil molecular weight (berat molekul) maka akan mudah menguap. Penguapan yang cepat ini akan mengurangi efek atau risiko pada wajah.

Dilansir dari popsugar, dr. Sharon Chriclow, seorang konsultan dermatologis mengatakan alkohol yang buruk atau jahat untuk kulit itu tergantung jenis dan tujuan alkoholnya. “Umumnya, alkohol ini digunakan sebagai pelarut dan memperkuat stratum corneum (lapisan luar) kulit. Di mana ia akan merusak skin barrier untuk memudahkan penetrasi bahan-bahan lain. Mau itu bahan yang bagus untuk kulit atau yang berbahaya,” papar si dokter.

Untuk kulit berminyak, efeknya emang bagus. Kalian enggak akan ngerasa lengket, greasy, dan wajah kalian jadi matte. Tapi minyak alami pada wajah juga akan terkikis dan itu enggak baik buat kulit.

Menurut Paulachoice.com, jika kamu melihat alkohol berada di urutan enam pertama (1-6) pada komposisi produk, itu sudah bisa dipastikan kalau produk tersebut akan bisa memberikan efek yang tidak baik untuk kulit, misal inflamasi, alergi, gatal, kering, dll. Tapi jangan sedih, ada jenis alkohol baik, biasanya disebut fatty alcohols.

Fatty alcohol ini aman dan mengurangi efek kering pada wajah. Statement di Paulachoice ini juga dibenarkan sama Meka, Bustle, dan Popsugar.

Yang termasuk Fatty alcohol itu adalah cetearyl, stearyl, ansetyl alcohols. alkohol baik ini dapat memperbaiki tekstur wajah, tapi jika kamu lihat tulisan di Popsugar tadi, fatty alcohol ini bisa mengakibatkan clogged pores dan kemungkinan alergi masih ada walaupun sangat minim.

Seperti yang aku bahas di atas, kotoran di wajah kita sifatnya asam, fatty acid jadi kalau kita pakai fatty alcohol masih nyambung.

Kesimpulan dari aku, alkohol aman tergantung jenisnya. Tugas kita adalah untuk mengetahui mana alkohol baik dan alkohol jahat. Curangnya beberapa brand atau perusahaan kadang enggak jujur jenis alkohol apa yang aku tulis.

Misalnya produk ini, tonernya mengandung alkohol dan ada di urutan KEDUA. Mereka tidak menuliskan dengan jelas alkohol apa yang mereka gunakan. Aku tau mereka enggak mungkin pakai alkohol obat yang 70% itu, karena jenis alkohol terlalu banyak dan dia cuma nulis begitu. Patut diwaspadai, alkohol apa yang dipakai di toner itu? Ya kan?

Alkohol baik VS Alkohol Jahat

good alcohol vs bad alcohol

alkohol di skincare

Source: here, here

 

Dampak menggunakan alkohol jahat

*tahap ini aku mulai lelah mentranslate ke bahasa Indonesia yang enak dibaca*

Kalau kulit kamu berminyak dan berjerawat, penggunaan alkohol jangka panjang dapat menyebabkan pori-pori membesar dan muncul beberapa jerawat/menimbulkan jerawat baru. Bahkan, penggunaan alkohol ini dapat meningkatkan minyak diwajah kamu ke depannya (dikarenakan kulit dehidrasi). —Paula Choice

Minyak natural yang ada di wajah kamu juga akan terangkat, dan ini akan menyebabkan kekeringan dan sebum yang berlebihan. — Bustle

Penelitan pada tahun 2011, menemukan kalau produk acne (produk yang khusus wajah berjerawat) yang mengandung alkohol menyebabkan kulit kering dan akan menyebabkan iritasi dan justru memacu produksi minyak berlebih, sehingga bisa jadi break out.Manuka Biotic

Kesimpulan

Menggunakan alkohol memang banyak akibatnya terlebih lagi untuk kamu yang kulitnya kering. ibarat kata, mukak mu itu diamplas, making kerut kering meletek.

TAPI TAPI TAPI, aku ngomong begini karena kulitku kering bahkan beberapa bagian sampe ngeletek. Efek buruk alkohol enggak bisa dipukul rata untuk semua orang. Yang namanya skincare itu cocok-cocokan. Tapi, yang aku tau banyak dari kita yang alergi atau iritasi kalau pake alkohol.

Kalau kamu masih ragu, mendingan jauhi alkohol jahat yang aku sebut di atas. Masih banyak opsi produk yang menggunakan bahan yang jauh lebih baik.

 

Instagram : @awlrw

Facebook : Aulia Rizky Wijayanto

Email : ARizky78@gmail.com

45 Responses

Leave a Comment