cover

Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Baik & Benar Untuk Blog, Perlukah?

Hai, tidak seperti biasanya nih. Kali ini aku akan ngebahas soal blogging. Jarang banget ya? tulisan ini aku buat juga dalam rangka Ngopi Cantik-nya Beautiesquad yang ke-4 yang temanya tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) atau pas kuliah mah aku ngomongnya Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

Kalau boleh sombong, sejujurnya pas kuliah yang aku dalami emang ini. Kalau kalian notice post-an blog aku awal-awal tuh masih kacau balau. Makin kesini, udah tau dan belajar PUEBI mendingan dikit. Walau masih suka typo sana sini.

Jadi, pemateri di Ngopcap Beautiesquad kali ini adalah Kak Langit Amaravati, kalian bisa kunjungi blog Kak Langit dengan mengklik namanya ya. Jadi, mengapa aku memutuskan untuk ikut ngopcan kali ini? awalnya aku mengira, ‘ngapain sih nulis blog pake harus kaku banget sampe harus liat PUEBI?’

Lalu, aku memutuskan untuk ikut karena mungkin ada ilmu berbeda yang bisa aku dapatkan disini nih. Mungkin kalau di blog ada beda-bedanya dibanding di kampus. Toh untuk perkembangan blog aku juga kan?

pedoman umum bahasa indonesia untuk blogger

Jadi yang aku dapetin dari Ngopcan kemarin sebenernya sih ya kurang lebih sama kayak yang ada di kampus, yang buat beda adalah kalau ngeblog. Kita punya gaya bertutur yang khas. Setiap orang pasti punya cara penyampaian atau cara bertutur yang berbeda-beda.

Misal nih, ada blogger A yang tulisannya tuh kaku kayak jurnal tulisannya menggunakan ‘saya’ dan ‘Anda’, lalu ada blogger B, yang blognya tulisannya kocak, masa kini banget lah pake ‘gue’ dan ‘elu’, dan ada blogger C yang tulisan blog-nya sama kaya cara dia berbicara dengan menggunakan ‘aku’ dan ‘kamu’.

pedoman umum bahasa indonesia untuk blogger

pedoman umum bahasa indonesia untuk blogger

Selain soal gaya bahasa atau gaya bertutur yang selalu berbeda tiap orangnya. Aku ingin sedikit membahas soal ejaan itu sendiri berhubung kita membicarakan PUEBI. Ejaan disini sendiri maksudnya adalah kaidah menggunakan Bahasa Indonesia, sepert penggunaan kata, tanda baca, dan tata bahasa yang merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

Lalu akan muncul pertanyaan kayak di atas, ‘seberapa penting sih?’ pas ikutan Ngopcan inilah mataku sedikit terbuka. Sebagai blogger atau siapa pun yang sekiranya tulisannya bakal dibaca banyak orang, PUEBI ini penting, karena

blogger adalah penulis dan seorang penulis yang baik tentu harus peduli dengan teknis penulisan. Naif kalau ada yang bilang bahwa blogger tak harus paham ejaan.

Gini deh, coba bayangin kalau kita sebagai blogger bodo amat sama PUEBI. Terus kamu nulis tanpa peduli tata letak tanda baca yang benar, apa engga pusing pembaca kamu?

contoh:

Kali ini aku mau ngomongin soal toner dari brand X nih jadi. toner ini tuh enak, banget kalau dipakai pada malam hari. dan siang hari kalau kamu pakai juga enak kok?!

Orang yang baca kalimat di atas pasti bingung karena aku ‘menggal’ katanya enggak benar. Tapi ya enggak munafik juga ya, aku masih jauh dari kata perfect. Masih sering typo sana sini juga kok. Tapi enggak ada salahnya kan kalau kita mencoba dan terus belajar?

Selain itu ada pentingnya menerapkan tata bahasa yang baik dan benar untuk blogger adalah untuk

  1. Kredibilitas, blogger yang memiliki branding baik tentu bisa dijadikan acuan pembaca atauun brand untuk bekerja sama, semakin kredibel seorang blogger tentu value-nya makin baik.
  2. Pagerank, jadi Google ini punya quality guideline yang meneyebutkan peringkat sebuah situs web merupakan kualitas tulisannya, hal ini termasuk juga menggunakan ejaan atau tata bahasa yang baik serta minim typo.
  3. SEO, walaupun dia sudah punya algoritma sendiri (yang lebih pintar dari aku) namun SEO ini akan memprioritaskan untuk tampil dihasil pencarian meruapakn artikel yang kualitasnya baik.
  4. Pembaca, beberapa pembaca pasti punya ‘taste’ tulisan masing-masing. Tapi yang pasti enggak ada pembaca yang suka tulisan amburadul enggak karuan kan?
  5. Lomba blog, dalam beberapa perlombaan, tata bahasa merupakan salah satu penilaian loh.

Sebegitu pentingnya loh PUEBI untuk aku dan kalian yang punya blog. Lalu gimana caranya belajar tata bahasa? sebenarnya enggak perlu pakai kuliah kayak aku juga bisa kok dipelajari. Kamu hanya membutuhkan buku PUEBI yang edisi terbaru, murah kok.

pedoman umum bahasa indonesia untuk blogger

Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

Jangan dibeli aja, dibaca juga. Nah kalau kalian bingung sama ejaan yang benar, coba cek KBBI. Misalnya, seperti kata ‘rapih’ dan ‘rapi’ kalian bingung mana yang benar, langsung bisa diakses deh KBBI online.

Ada beberapa juga tata bahasa yang memerlukan latihan, banyak-banyak membaca dan menulis. Nanti lama-kelamaan juga terbiasa kok, ya walaupun enggak bimsalabim adakadabra langsung bisa ya.

(Baca juga: Ngopi Cantik Beautiesquad #3 : Beautiesquad 101)

Setelah materi yang diberikan Kak Langit di atas, tentu banyak yang mengajukan pertanyaan nih, yang mungkin pertanyaannya ini akan mewakili perasaan kamu,

Salah satu pertanyaan yang pasti dialami banyak orang adalah pertanyaan ini, “Jadi saya punya kesulitan menyusun kata2 saat ngedraft. Kesulitan ini pun sama di real life, mau ngajak ngomong orang baru misalnya, suka mikir lama buat nyusun kata2 yg pas.

Apalagi yg saya alamin sbg beauty blogger itu keseringannya, apa yg mau disampaikan udah diwakilkan oleh foto2 yg ada. Jadi kayak susah mau menyampaikannya.

Saya cuma bisa bikin garis besarnya aja gitu teh. Hehe.”

Kenapa menurut aku pertanyaan itu pasti dialami semua orang? karena superman-ku juga begini. Di otak tau mau ngomong apa tapi ketika disuruh nulis tuh susah dan jawaban Kak Langit sama kayak yang aku pikirkan, yaitu

“Coba bayangkan kalau menulis itu sama seperti kita ngobrol atau ketika menulis surat kepada pembaca. Bayangkan kita sedang berbicara dengan seseorang yang akrab. Jangan dulu mikir kata apa yang paling pas atau ejaan kalau memang merasa kesulitan. Setelah selesai nge-draft, bacakan kembali keras-keras untuk mengetahui apakah tulisan kita itu enak dibaca atau tidak. Lalu edit bagian-bagian yang diperlukan.”

Aku selalu bilang ke orang-orang yang kesusahan buat nulis, “tulis aja yang ada di otak kamu sekarang, enggak usah mikirin bahasanya dulu, ga usah mikirin kalimatnya gimana, yang ada di otak taro aja.” 

pedoman umum bahasa indonesia untuk blogger

Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

Karena kalau kamu engga begitu, mau kapan selesai nunggu kamu selesai nulisnya gitu loh? aku yakin banget semua orang itu pasti bisa nulis, yang membedakan hanya ada orang yang mudah menggambarkan isi otaknya dalam tulisan, yang lainnya kesulitan menggambarkan lewat kata-kata.

Dari keseluruhan pertanyaan sih menurut aku ini yang paling menarik, soalnya rata-rata pertanyaan jawabannya ‘hanya perlu latihan’ atau bisa dipelajari di PUEBI, seperti penulisan huruf miring, penggunaan kata sapaan, kata imbuhan, dan penggunaan huruf besar kecil.

 

 

thanks for reading

see you in my next post,

bye

2 Responses

Leave a Comment